18 Juni 2009

Lomba Menulis Cerpen Tempo Doeloe



Arsitektur Indis sebagai media klipping online untuk pertama kalinya menyelenggarakan lomba penulisan cerita pendek yang mengambil latar belakang tempo doeloe. Tujuannya untuk menampung aspirasi masyarakat melalui media tulisan dan ikut mempopulerkan kawasan serta kebiasaan tempo doeloe. Diharapkan melalui kegiatan ini, masyarakat Indonesia semakin mengenal dan mencintai budaya bangsanya sendiri.

Tahapan Lomba
Periode pengiriman naskah: 15 Juni 2009 – 15 Oktober 2009
Periode penilaian naskah: 16 Oktober 2009 - 15 November 2009
Pengumuman pemenang: 1 Desember 2009

Rincian Hadiah
Juara I berhak memperoleh uang sebesar Rp. 750.000, sertifikat dan souvenir.
Juara II berhak memperoleh uang sebesar Rp. 500.000, sertifikat dan souvenir.
Juara III berhak memperoleh uang sebesar Rp. 250.000, sertifikat dan souvenir.

Masing-masing pemenang berhak mendapatkan:
1 Novel Elle Elanor, karangan Zev Zanzad.
1 Buku Ministry of Finance Building, The White House of Weltevreden - karangan Pusat Dokumentasi Arsitektur.

Novel Elle Elanor yang dibagikan kepada pemenang telah dilengkapi dengan tandatangan penulisnya.

30 Pengirim naskah pertama mendapatkan souvenir menarik dari Arsitektur Indis dan pin
Komunitas Historia Indonesia (KHI).

Ketentuan Lomba
Lomba terbuka untuk umum, perseorangan bukan kelompok.
Karya harus asli penulis atau pengarang, bukan terjemahan, saduran, plagiat atau jiplakan.
Penjiplakan atas karya orang lain tidak dibenarkan dan panitia berhak membatalkan keikutsertaannya.
Karya belum pernah dipublikasikan di media massa manapun, baik secara keseluruhan ataupun sebagian dan tidak sedang diikutsertakan dalam perlombaan lain.
Karya tidak menyinggung hal yang bertema SARA dan pornografi.
Karya boleh berdasarkan pengalaman nyata atau fiksi.

Tema karya bebas asal mengambil latar belakang tempo doeloe.
Tema yang dapat diangkat dalam lomba kepenulisan ini antara lain:
1. Aktivitas masyarakat di bangunan lama atau kawasan lama
2. Kisah pelestarian bangunan lama
3. Kehidupan atau kebiasaan tempo doeloe
4. Cerita perjalanan di kawasan tempo doeloe

Naskah menggunakan Bahasa Indonesia ditulis sesuai dengan EYD.
Naskah diketik dengan komputer dalam kertas A4, menggunakan huruf Arial 11, spasi 1,5 dengan panjang minimal 4 halaman atau 1000 karakter.

Peserta boleh mengirimkan lebih dari satu karya.

Naskah dikirim ke admin@arsitekturindis.com dilengkapi dengan surat pernyataan keaslian naskah, scanning kartu tanda pengenal (KTP, SIM, Kartu Pelajar atau Paspor), biodata penulis dalam kertas terpisah (nama, alamat rumah atau kantor, alamat email, nomor telpon).

Pihak panitia akan menghubungi peserta apabila naskah telah diterima.
Naskah yang telah diterima menjadi milik panitia.

Pengumuman Pemenang
Pemenang akan dihubungi melalui email dan telepon serta akan dimuat di situs Arsitektur Indis dan situs KHI.

Keputusan juri tidak dapat diganggu-gugat.

Lomba Menulis Cerpen Tempoe Doeloe ini didukung oleh:








Tim Juri
Tanti Johana, owner Arsitektur Indis
Zeventina Octaviani, novelist
Asep Kambali, pendiri Komunitas Historia Indonesia

17 Juni 2009

sudah tidak bosan di rs lagi

kali ini ke rumah sakit kok sepertinya tanpa persiapan bagus ya, setelah lebih dari dua minggu mengalamilah aku depresei, lalu lukas ngajarin game, nyariin game jadi ya sekarang lumayan lah :D

10 Juni 2009

di rumah sakit kok gak ada rasa toleransi sama sekali

baru kali ini aku kemo di kelas satu, ruangan yang dikhususkan untuk kemo saja. kamar ini terdiri dari dua bed, aku yang dekat jendela sedangkan yang satu lagi dekat dengan toilet. pertama kali masuk sendirian aja, setelahnya ada tiga orang yang datang kemo, pertama anak kecil, belum lagi dua puluhan umurnya. yang dua, sama sama ibu dew, namanya. yang pertama segera pindah ke ruangan lain, karena aku waktu itu belum kemo, jadi disendiriin yang kedua datang sabtu pulang senin pagi, yang satu lagi tanggal 9, selasanya, pulang hari.

pas si anak kecil masuk ke ruangan, dia ditemani sama pacaranya dan ibunya. ketika ibunya pulang, aku layaknya tante-tante yang jagain orang pacaran :D hampir gak ada suara dari mereka yang keluar, begitu dilihat, eh udah ngumpul jadi satu bed, hahahaha....

si ibu yang pertama sih nggak gitu masalah, nggg, kesannya malam sunyi senyap, nggak nonton tipi, kunjungan ada tapi terbatas, cuman ada orang yang sekali berkunjung, nelpon aja di dalam kamar, dan dia ikutan pula telpon sana telpon sini, udah gak ngerasa lagi kalo ngomongnya kenceng banget. hah... aku lumayan bisa tahan, suamiku yang gak tahan.

rombongan yang lain, yang sakit satu, yang ngnater 2, ibu dan adiknya, hhmmm.... ngomongnnya gak brenti dari datang sampai kelar, hehehehehe.... sudah aku sssaaaaaaaaattt seeeeeeeeeettt.. tetep aja lupa kalo mereka lagi di rumah sakit berdua pula dengan orang lain. hahhhh.... kalo gak tahan pindah aja deh ke isolasi.

29 Mai 2009

kok jadi males masak

kalau minggu-minggu kemaren hari-hari selalu diisi dengan kesibukan di dapur, minggu ini kok rasanya males masak ya.... entah kenapa, capek mungkin. tapi enggak rugi loh kesibukan-kesibukan kemaren itu membuat ketrampilan masak memasakku bertambah, udah pede bikin hidangan untuk 20 orang segala, hehehehe... ya minimal ada kemajuanlah, mungkin buat orang lain hal itu bukan apa-apa, tapi buatku hal itu buatku suatu tanda bahwa aku sudah tidak jalan ditempat lagi. sekarang bisa lebih pede ah.... bikin masakan kelas berat untuk banyak orang, hahahaha....

tentang kesehatan, rasa-rasanya membaik, meskipun ada saat-saat sepertinya lemas, tapi sampai hari ini rasanya oke. untuk aktivitas rohani, cieee... ada kemajuan, paling enggak aku udah bisa ikutan 3 kali doa rosario lingkungan, semoga bisa tetap begitu, nambah kenalan, nambah ketrampilan bergaul, hehehe... bisa latihan gimana ngadepin orang. tentang kerjaan, sebentar lagi bakalan release lomba yang serius, kalau yang kemaren serius juga tapi ada unsur coba-cobanya.

ini kok kayak ngisi evaluasi dan resolusi tahun baru ya.... pengen curhat aja sih. besok kontrol dokter. semoga hasilnya bagus, dan apakah program selanjutnya? itu yang penting.

oia kemaren malem masih berpikir, apa sih kehendak Tuhan untukku? mungkin Tuhan memberikan kesempatan buatku berkeliling dunia untuk membuatku dapat memahami perbedaan.

28 Mai 2009

jadi host doa rosario lingkungan

kemaren akhirnyaaaaa... berhasil juga jadi host doa rosario di lingkungan. dulu, mau jadi tuan rumah arisan gagal karena pas tanggalnya harus transfusi (kalo gak salah) trus pas doa rosario oktober harus ke singapore buat check kesehatan. nah setelah mengalami kegagalan dua kali, inginnya ini berhasil.

suguhannya, tahu telor surabaya :D semoga berkenan ya!